Kekayaan Produktivitas Warga Soloraya

Senin, 25 November 2013

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Solo cukup gencar mengadakan event-event dengan skala yang besar. Salah satu acara yang diselenggarakan belum lama ini adalah Soloraya Creative Expo. Perhelatan akbar Soloraya Creative Expo 2013 yang diadakan dari tanggal 20-24 November 2013 memberikan kesan yang mendalam baik bagi penyedia stand maupun pengunjung expo ini. 

Soloraya Creative Expo 2013 merupakan acara yang diselenggarakan dibawah naungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surakarta. Kenapa acaranya dinamakan Soloraya bukan hanya Solo? Karena peserta dari expo ini sendiri adalah wilayah yang tergabung dalam Soloraya yaitu terdiri dari 6 kabupaten (Sragen, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo) dan 1 kotamadya yaitu Surakarta. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah yang diberikan oleh Kadin Surakarta bagi pelaku usaha kreatif untuk mengenalkan hasil kreativitas dan produksinya sekaligus menjadi area berjualan. Dikutip dari situs soloraya-expo.com bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai perwujudan dari peran Kadin Surakarta untuk mendorong laju perekonomian regional dengan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki oleh Soloraya dan juga untuk mempersiapkan para pelaku usaha di Soloraya dalam menghadapi ACFTA dan AFTA 2015.

Acara diselenggarakan di empat lokasi dengan tema venue yang berbeda-beda.
  1. Venue 1 berlokasi di area Benteng Vasternburg dimana di lokasi ini merupakan venue utama dari Soloraya Creative Expo.
  2. Venue 2 berlokasi di Solo Square yang mengusung tema OtoCreative Expo.
  3. Venue 3 berlokasi di Diamond Solo Convention Center dengan tema Creative Food & Agriculture Expo
  4. Venue 4 & 5 berlokasi di Graha Wisata dimana Venue 4 berada di Lantai 1 dengan mengusung tema Creative Printing & Publishing Expo sementara Venue 5 yang berada di Lantai 2 mengusung tema Creative Finance & Investment Expo.

Saya berkesempatan untuk berkunjung pada Hari Minggu, 24 November 2013, yaitu hari terakhir penyelenggaraan expo. Sayangnya, saya cuma mengunjungi dua venue yaitu yang di Benteng Vasternburg dan Diamond Solo Convention Center -_-

Tiket Soloraya Creative Expo 2013
(sudah kepotong buat yang masuk venue Benteng Vasternburg sama bagian untuk undian)

'Officially Missing You'

Senin, 04 November 2013

Siapa coba yang gak tau sama lagu "Officially Missing You"?
Lagu ini jadi lagu wajibnya manusia - manusia galau yang tiba-tiba keinget mantan atau belum bisa move on dari pacar. Gue pribadi suka banget sama nih lagu, dan kalo karaoke lagu ini sendiri di kamar ekspresi gue pastinya menghayati banget hahahaha. 
Ada banyak banget versi yang udah pernah gue dengerin, bukan sekedar cover lagu tapi beberapa penyanyi yang bahkan mengganti lirik dari lagu yang versi original-nya dibawa sama Tamia ini. Beberapa versi dari lagu Officially Missing You yang pernah gue dengerin memang mostly dinyanyiin sama orang korea yaitu Geeks Version sama Winner Team A (Winner) Version. Bahkan, duo Geeks mendaur ulang lagu ini dua kali.

Postingan Tentang Cinta

Love is like a beautiful wound . .
Even though i see your pretty smile, i can’t smile with you, and only smile at your happiness . .

Cinta ternyata memang ga harus memiliki, di saat kita ingin sekali memilikinya. Mungkin klise, tapi buatku memiliki cinta memang berat. Mencintai tidak mudah, apalagi dicintai. Bisa saja salah satu kita dapatkan, tetapi pasti memiliki akhir yang tidak indah. Tapi kadangkala kalau kita sabar untuk mencintai, harusnya bisa berakhir dengan indah.

Cinta VS Cinta Sejati ?

Cinta membuat prasangka buruk
Cinta membuat segalanya berubah
Cinta menumbuhkan rasa curiga
Cinta menumbuhkan rasa cemburu

Harusnya Kota Pejalan Kaki atau Kota Sepeda, Jangan Membangun Kota Kendaraan Bermotor!

Jumat, 25 Oktober 2013

Kira - kira kalimat itulah yang disampaikan oleh dosen perencanaan transportasi saya beberapa tahun yang lalu. Hanya kata - kata itu yang membekas dari semua kuliah beliau hahaha. Mendengar Si Bapak mengatakan hal tersebut, saya rasanya ingin berteriak, "Bener banget Pak!!"

Saya adalah orang yang paling benci dengan kendaraan, lebih tepatnya benci pengendara haha. Bukan karena saya tidak punya kendaraan, tapi banyak alasan kenapa saya tidak suka dengan pengguna kendaraan pribadi. Apalagi pengemudi - pengemudi ibukota.

Lucunya, orang - orang yang mengeluh sama kemacetan di Jakarta adalah orang - orang yang membuat kemacetan itu sendiri. Bahkan mereka yang tidak berkompeten untuk membawa kendaraan pun ikut menyesakkan jalan - jalan Kota Macet tersebut (alias menggunakan SIM tembak). Terkadang penggiat jargon "go green" pun orang - orang yang bergantung hidupnya dengan kaleng mesin yang mengeluarkan kebulan asap racun. Apalah arti kampanye yang cuma menggurui orang lain.

Bayangkan, kalau saja hanya 80% penduduk di Jakarta menggunakan transportasi publik, kenyamanan kota seperti Tokyo dan Singapura mungkin sekali tercapai. Masalahnya, orang Indonesia itu anti capek dan mengeluarkan keringat. Tidak ketinggalan gengsi dan takut kulit hitam. 

Dunia Planologi

Me back.
Setelah sekian lama berkutat dengan tugas akhir (percaya deh ini lama, lamaaa banget), akhirnya bisa come back untuk mengisi laman - laman blog yang tidak terawat ini :D

Judul entri posting-an kali ini tentang planologi. Banyak banget yang belum paham dengan Dunia Planologi, jangankan dunianya, kata Planologi aja masih kurang familiar di telinga banyak orang.
Banyak yang mengira kalo Planologi itu ilmu bercocok tanam (Plan -mirip- Plant = Tanaman), bahkan ada yang bilang Planologi itu ada hubungannya kayak Astrologi alias ilmu perbintangan (Plan + et = Planet *random, huh?!). Adapun yang bilang, kalo kuliah ambil jurusan Planologi itu karena terbuang dari Teknik Sipil sama Arsitektur. Haha, kaum termarjinalkan banget yee kesannya anak Planologi.



Imajinasi Masa Depan, Silahkan Ber-'edan' Ria

Minggu, 28 Juli 2013

Beberapa hari kemarin baru saja menonton film "Pacific Rim". Genre film ini bisa dikategorikan dystopian, yaitu menggambarkan masa depan. Diceritakan dalam film tentang penumpasan Kaiju (kayak monster - monster yang menjadi lawannya ultraman sama power rangers) oleh Jaeger. Jaeger ini digerakkan oleh dua orang yaitu pilot dan co-pilot yang pikirannya dihubungkan.
 
Ada lagi "The Hunger Games" yang bercerita tentang adanya negara dengan membagi wilayahnya menjadi distrik - distrik yang memiliki sumber daya utama pada setiap distrik. Film yang diadaptasi dari novel dengan penjualan terbaik ini mengangkat cerita pertarungan antara wakil setiap distrik yang pada akhirnya hanya mengeluarkan satu pemenang (peserta saling membunuh satu sama lain). 

Film "In Time" yang bercerita tentang masa hidup yang dibatasi oleh waktu. Secara genetik kehidupan manusia hanya dijatah selama 25 tahun dimana penunjuk waktu tertanam di lengan manusia (pakai lampu LED loh). Namun, semua aktifitas yang dilakukan bergantung pada waktu. Waktu layaknya uang di film ini, bekerja dengan upah waktu, dan jika melakukan aktifitas akan mengurangi waktu kita. Setelah waktu menunjukkan 00.00.00 maka manusia mati seketika. Selain uang, waktu juga diartikan sebagai kekuatan, waktu menjadi penentu siapa yang kaya dan siapa yang miskin.

Eksotisme Kepulauan Seribu Yang Mendunia

Sabtu, 27 Juli 2013

Bagi yang memiliki hobi wisata atau yang lebih dikenal dengan “traveler” tidak akan asing dengan Kepulauan Seribu. Kepulauan yang menawarkan keindahan alam yang menakjubkan dan fantastis. Keindahan Kepulauan Seribu juga banyak diakui oleh wisatawan asing, khususnya yang senang menikmati wisata air seperti snorkeling dan scuba diving.

Kepulauan Seribu merupakan suatu kebanggaan yang dimiliki oleh warga Jakarta. Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dibentuk berdasarkan PP No. 55 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta tepat pada tanggal 3 Juli 2001.

Secara administratif, Kepulauan Seribu terdiri dari dua kecamatan. Kepulauan Seribu memiliki luas 11,82 km2 dimana wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta. Pulau – pulau yang termasuk ke dalam Kepulauan Seribu ada yang berpenghuni dan ada pula yang dijadikan tempat wisata, selain itu ada pula wilayah yang termasuk dalam zona konservasi dengan pengembangan wilayah yang diarahkan sebagai kawasan cagar alam dan Taman Nasional Laut (TNL) yang ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata.

Banyak sekali aspek yang harus dibenahi untuk menjaga kelestarian Kepulauan Seribu mengingat bahwa potensi Kepulauan Seribu yang besar dan menarik banyak minat turis, baik turis lokal maupun mancanegara, sebagai lokasi tujuan berwisata. Potensi lainnya yang dimiliki oleh Kepulauan Seribu selain sebagai kawasan wisatan antara lain sebagai kawasan cagar budaya, kawasan terbuka hijau lindung dan kawasan terbuka hijau budidaya, kawasan taman arkeologi, hingga sebagai wilayah yang mendukung wisata edukasi dan penelitian khususnya di bidang kelautan sehingga dapat dikatakan bahwa wilayah Kepulauan Seribu mendukung pengembangan ekowisata.

Dari beberapa pulau yang ada di wilayah Kepulauan Seribu, diantaranya berikut merupakan pulau yang sering dikunjungi turis :

1. Pulau Puteri 
Terletak di sebelah utara Kepulauan Seribu. Di pulau ini kita akan disuguhkan udara segar karena terdapat banyak sekali pepohonan dan apabila ingin melihat keindahan fenomena matahari terbit serta matahari terbenam, Pulau Puteri merupakan lokasi yang menjadi incaran wisatawan. Dalam pulau ini juga terdapat akuarium bawah laut dan kebun binatang mini, letak pulai yang cukup jauh dari Jakarta menjadikan laut di sekitar pulau ini ideal untuk berenang, snorkeling, dan menyelam. Dan spesialnya lagi, Pulau Putri menyediakan fasilitas “glass bottom boat” yaitu kapal dengan ruang dibawah yang dilapisi kaca untuk menikmati pemandangan bawah laut, kebayang kan gimana serunya kita bertatapan langsung dengan makhluk laut (Sumber).
Pulau Puteri (Sumber)
Glass Bottom Boat (Sumber)
Underwater Tunnel Pulau Puteri (Sumber)

Siap - Siap Liburan Mudik!

Jumat, 26 Juli 2013


Ga terasaaaa udah Bulan Ramadhan lagi, dan aku masih terdampar di antah berantah.
Let me go home~ (ala Michael Buble) please!!

Aku kuliah di luar kota (nun jauh disanaaaaa) dan momen lebaran ini otomatis aku dapet panggilan alam untuk balik ke pangkuan emak di Jakarta alias mudik lebaran (haha). Biasanya dari Kota Solo (tempat aku kuliah) ke Jakarta butuh waktu 10 – 12 jam jika menggunakan kereta api. Kebayang banget kan lamanya perjalanan yang selama itu cuma bisa duduk (!). 
Nah, saat – saat mudik lebaran kayak gini nih biasanya suka bikin bete dan keki. Disaat kayak gini cuma bisa berharap dari persiapan mudik yang mantap bin ajaib. Biasanya yang jadi andalan selama perjalanan jauh aku itu buku bacaan, cemilan, dan stok lagu yang banyaaaaaaak :D

Tips Perjalanan Jauh Anti Jenuh a la Keke :
1.    Buku Bacaan
Buku bacaan apa aja gak dilarang. Dari komik, koran, majalah, sampai novel pun bisa jadi teman setia selama perjalanan. Tapiiiii, jangan lama – lama bacanya apalagi buat yang gampang pusing atau mabuk kendaraan. Kalo yang udah ahli sih, ayok aja :D
2.    Cemilan
Ini penting! Terutama permen dan jangan lupa sedia minum. Kalo kata ibuku, jangan sembarangan beli makanan atau minuman di perjalanan, lebih baik beli di mini market terpercaya.
3.    Musik
Soal musik, aku paling sensitif. Musik buat aku bukanlah sebuah hobi, karena hobi itu hanya suatu pelengkap dalam hidupku. Buatku musik adalah bagian dari hidup. Klise sih, tapi itu kenyataannya. Kenapa? Karena musik itu pengingat latar kejadian masa lalu, pengiring kejadian saat ini, dan juga musik bisa menjadi inspirasi untuk kita melangkah ke depannya. Prinsipku, cara dengerin musik itu harus dengan semudah – mudahnya. Karena dengerin musik itu tujuannya untuk mengembalikan suasana hati. Kemudahan untuk mengganti lagu, kemudahan untuk bawa alat pemutar musik, kemudahan ganti volume, dan yang paling penting aktivitas yang lainnya gak akan keganggu karena lagi dengerin musik. Pokoknya, harus bisa senyaman mungkin dengerin musik dengan berbagai gaya dan situasi di segala momen.

Siapkah Warga Jakarta dengan JET (Jakarta Eco Transport) Monorail?

Minggu, 14 Juli 2013

Akhirnyaaa Monorail yang akan dihadirkan di Kota Jakarta punya nama juga. Yap, melalui kegiatan Jakarta Monorail Naming Competition diputuskan nama resmi Monorail-nya Kota Jakarta adalah JET (Jakarta Eco Transport Monorail). Filosofi dari pengusung nama ini yaitu dengan JET diharapkan mampu menanggulangi polusi kendaraan dikarenakan pengguna kendaraan mulai beralih ke Monorail, JET sendiri juga mengandung arti CEPAT sehingga waktu yang dibutuhkan dalam penggunaan transportasi umum akan relatif singkat (Sumber : Situs Jakarta Monorail). 

Dalam merealisasikan Monorail, Pemerintah Kota Jakarta juga menyalurkan informasi untuk Warga Jakarta melalui kegiatan pameran yang dilakukan dari tanggal 23 Juni 2013 hingga 14 Juli 2013. Penyelenggaraan pameran ini dimaksudkan agar warga yang berharap adanya perubahan akan transportasi di Jakarta dapat melihat secara langsung bagaimana hal tersebut diwujudkan dengan hadirnya Monorail di Jakarta.

Solo Batik Carnival 2013

Heyhoo~ 

Walaupun agak sedikit basi karena karnaval ini diselenggarakan Sabtu, 29 Juni 2013 but I still want to share some pictures that I got from Solo Batik Carnival. Yeep, akhirnya saya datang juga ke acara ini setelah hampir 5 tahun tinggal di Kota Solo hahaha.

Solo Batik Carnival (SBC) tahun 2013 ini kali keenam diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka mempromosikan batik yang juga sebagai salah satu potensi baik dalam perekonomian maupun nilai budaya yang ada di Kota Solo.

Tema SBC yang diusung kali ini adalah 'Earth to Earth Parade'. Melalui tema ini para penampil menghadirkan desain - desain yang mewakili empat unsur bumi yaitu air, bumi, tanah, dan udara. Desain yang bertemakan air dan udara terlihat hampir serupa dengan didominasi warna biru dan putih pada kostum dan riasan wajah. elemen api bernuansakan warna merah menyala yang didukung riasan garang para performer. Sedangkan  desain elemen tanah menghadirkan warna kostum yang agak eksotik dan gelap dibandingkan unsur lainnya yaitu dengan didominasi warna kuning, cokelat, dan hitam menyerupai tanah

Komik : Pure Love Kamikaze Captain

Selasa, 02 Juli 2013

Wah, entah. Komik ini benar - benar menampilkan cinta semurni - murninya (Pure!). Haha.

Saya jatuh cinta sama tokoh - tokohnya.

Hirata Akifumi
Tipikal cowok yang sangar tapi cupu di dunia percintaan haha. Scary-sweet one :D

Kho Ping Hoo itu.. Legend~dary! (baca a la Uncle Barney di HIMYM, mihihihi)

Dari dulu kepingin banget buat postingan tentang beliau yang jagonya dunia persilatan tapi baru kesampaian sekarang.  Kho Ping Hoo mungkin banyak dikenal oleh kaum berumur tua. Mungkin terkenal untuk kaum muda - mudi generasi sekitar tahun 40-an atau 50-an. 

"Siapa sih Kho Ping Hoo?"

Pertanyaan itu banyak dipertanyakan oleh muda - mudi generasi 90-an ke atas. Fyi, Kho Ping Hoo itu salah satu pengarang tjersil (ejaan lama, baca : cersil a.k.a cerita silat). Lucunya, buku - buku cerita Pak Kho Ping Hoo dibagi menjadi dua latar, yaitu ada yang berlatar negeri Tiongkok (meskipun konon latar yang digambarkan oleh beliau terinspirasi dari film - film silat Hong Kong dan Taiwan yang populer pada masa itu jadi sedikit banyak ada historis atau latar yang berbeda antara kenyataan dan cerita di buku beliau) dan ada pula yang berlatar Indonesia (yang umumnya digambarkan di wilayah Jawa). Indeed, Pak Kho Ping Hoo punya imajinasi yang keren.

"Kenapa harus baca tjersil di jaman sekarang? Hewooow, it's 2013! Kiamat ramalan aja udah lewat bacanya masih tjersil aja deh ya!!"

Jujur, tulisan - tulisan Kho Ping Hoo memikat sekali untuk dibaca. Bagi saya, poin yang ada dari karya beliau bukan di alur cerita tetapi lebih ke filsafat dan pelajaran hidup yang beliau coba sampaikan melalui buku. Tetapi bukan berarti alur dan isi cerita tidak menarik loh, hehe. Buat permulaan, ayo baca serial Bu Kek Siansu atau Pedang Kayu Harum.

Kiri : Buku Suling Emas 1 - 5 (Serial Bu Kek Siansu) hasil ubekan (?) di toko buku bekas
Kanan : Ilustrasi asal saya karena bosan :D

Kho Ping Hoo yang sangat legendaris untuk dunia sastra Indonesia, jangan sampai karyanya terhalangi oleh dinamika jaman.
-Keke

Menjadi Dewasa, Pilihankah?


Mendapat kabar salah satu kawan seperjuangan di bangku sekolah menengah kecelakaan dari sosial media. Dalam kabar tersebut dimuat nomor kawan tersebut yang dapat dihubungi, langsung saja kukirim pesan singkat kepadanya. Hah, sudah lama sekali tidak berhubungan dengannya, mungkin sudah sekitar delapan tahun. Ya! Selama itu haha. Jangankan bertatap muka, melalui telepon atau sosial media pun tidak pernah.

Tidak lama kemudian teleponku berdering, nama si kawan muncul di layar teleponku. Seketika ingatanku terbawa ke delapan tahun yang lalu. Dimana masa itu adalah masa dimana jiwa kekanakanku masih melekat namun keinginanku untuk menjadi dewasa juga mulai membesar. Kami pun bernostalgia dan saling menanyakan kabar kawan seperjuangan lainnya. Obrolan dengan si kawan memunculkan ingatan – ingatan kebahagiaan yang tidak mungkin terulang kembali. Dan secara tidak sadar, kami pun berceloteh persis seperti di saat kami berusia muda.

Polos, lucu, lugas, dan blak – blakan adalah cara kami berkomunikasi ketika muda. Jika boleh memilih aku tidak ingin menjadi dewasa. Kenapa kita harus menjadi tua dan dituntut untuk menjadi dewasa?. Tidak sudi aku menjadi dewasa kalau hal tersebut hanya menyulitkan dan menambah daftar dosaku. 

Orang dewasa itu aneh. Mereka bilang jadi orang harus berpikiran maju dan menjadi sukses, padahal secara tidak sadar untuk mencapai hal tersebut mereka melakukannya dengan egois, saling sikut, dan melukai perasaan orang lain.  Mereka bilang tidak boleh dendam, tapi nyatanya kata – kata itu hanya lewat ucapan saja sedangkan hatinya menghitam. Begitu pula dengan mengatakan maaf, sekedar ucapan yang dibuat seikhlas – ikhlasnya. Tidakkah para kaum dewasa ini ingin menambahkan sedikit bumbu “kekanakkan” pada sifat mereka. Mungkin hidup mereka akan jauh lebih indah.

Ada pepatah bijak mengatakan bahwa menjadi tua itu pasti namun menjadi dewasa itu pilihan. Agaknya aku sedikit setuju tapi apa pula yang menjadi tolak ukur dewasa. Hah, aku tidak tahu. Mungkin aku belum mau menjadi dewasa.

-Keke 

Book Review : Divergent

Jumat, 12 April 2013

Divergent by Veronica Roth (Sumber: disini)

Judul : Divergent (Buku #1)
Status : Trilogi
Genre : Dystopia, Action, Sci-Fi
Penulis : Veronica Roth
Penerbit : Mizan
Tebal : 543

Terjadinya perang nuklir yang menghancurkan dunia menciptakan kebijakan baru untuk masyarakat Chicago yaitu dengan pembentukan faksi -faksi dimana pada usia 16 tahun setiap orang harus memilih jalan hidupnya dengan memilih salah satu faksi tersebut. Abnegation (The Selfless) untuk orang - orang yang cenderung memiliki karakter mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadinya dan tidak egois. Dauntless (The Brave) adalah faksi yang pemberani dan menyukai tantangan, untuk pengecut tidak memiliki tempat di faksi ini, dan juga tubuh para anggota faksi dihiasi tindikan dan tato (omo!). Candor (The Honest) yaitu faksi dengan orang - orang yang jujur, terlalu jujur (hahaha) sehingga mereka selalu mengungkapkan apa yang dipikirkan pertama kali.  Erudite (The Intelligent) yaitu faksi dengan anggota yang memiliki kecerdasan dan selalu haus ilmu. Dan Emity (The Peaceful) yaitu faksi yang dipenuhi oleh orang yang cinta kedamaian.

April Giveaway!!

Rabu, 03 April 2013

Siapa yang mau buku? Ngacung!
Nih ada giveaway 3 buku karya Kazuo Ishiguro yang judulnya An Artist of The Floating World.


Judul: An Artist of the Floating World
Pengarang: Kazuo Ishiguro
Penerjemah: Rahma Wulandari
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2013
Tebal: 226 halaman

Jika pada suatu hari yang cerah, kau mendaki jalan curam ke arah bukit dari jembatan kayu kecil yang dikenal sebagai "Jembatan Keraguan", kau akan mendapati atap rumahku tampak di antara ujung dua pohon gingko. Bahkan, meskipun posisi rumahku tidak terlalu strategis, bangunan itu masih akan tetap mencolok dibandingkan dengan rumah lain di sekitarnya, dan kau akan mendapati dirimu membayangkan sekaya apa pemiliknya.  
Namun, aku bukan, dan juga tidak pernah, menjadi orang kaya. Aku adalah Masuji Ono, seorang seniman bohemian dan propagandis imperialisme Jepang selama masa perang. Tetapi kini perang telah berakhir dan Jepang kalah. Istri dan putraku terbunuh. Lalu apa yang tersisa padaku?

Ayo ikutan sampai tanggal 11 April 2013 di blog >>>> Lamunyata

Movie Review : Life of Pi

Kamis, 28 Februari 2013

Baru selesai nonton Life of Pi, film ini memiliki cerita yang sederhana menurut saya namun maknanya benar-benar dalam dan buat saya pribadi bisa meningkatkan keimanan kita terhadap Tuhan. 

Life of Pi bercerita tentang pengalaman Pi Patel yang mungkin menurut orang "normal" mustahil terjadi secara nyata. Disaat Pi dan keluarganya serta binatang - binatang milik keluarganya dalam perjalanan bermigrasi ke Canada dari India untuk kehidupan yang lebih baik, kapal yang mereka tumpangi terkena badai yang mengharuskan si Pi ini pada nantinya harus bisa survive bersama hewan buas.

Sedikit cerita, karakter Pi sewaktu kecil merupakan anak yang memiliki rasa penasaran akan Tuhan dan agama yang cukup tinggi. Dia selalu ingin mengetahui seluk-beluk agama, tidak hanya itu, bahkan Pi menganut beberapa agama sekaligus dan melakukan ibadah yang diajarkan setiap agama yang dia anut. Serunya, orangtua Pi adalah orang - orang yang cukup liberal tentang agama dan kepercayaan. 

Life of Pi's Poster (by: Google)


Menurut saya, dalam perjalanan dan pengalaman Pi setelah terjadi badai merupakan perjalanan dimana dia akhirnya bisa memaknai kehadiran Tuhan di dalam hidupnya.

Even when God seemed to have abandoned me, he was watching.
Even when he seemed indifferent to my suffering, he was watching.
And when I was beyond all hope of saving, he gave me rest.
Then he gave me a sign to continue my journey.
 - One of my favorite Life of Pi's quote-

Film ini awalnya saya sempat menolak untuk menontonnya, karena di trailer efek filmnya cukup aneh, terlalu fantasi menurut saya. Namun, film ini ternyata oke punya, so I have to say don't judge a movie by its trailer haha.
Brilliant story, great effect, best shoot, deep meaning, genius actor!!!

-Keke

Own Review~ The Hunger Games

Rabu, 27 Februari 2013

Haai. This is my first time in review-ing (?!) book.

Mungkin udah basi banget kali yah kalau saya buat review dari Hunger Games?? Secara filmnya udah keluar bulan Juni 2012 (kalo ga salah).
Daaaan, untuk filmnya saya menolak untuk nonton dulu, karena takut kecewa kalo baca bukunya abis nonton film jadi ge meresap gimanaaa gitu kayak kejadian pas baca Twilight, jadi males-malesan karena udah keburu nonton filmnya duluan.

Oke, buku karangan Suzanne Collins ini "hip" banget di Amerika sana, bahkan sebelum filmnya keluar, Hunger Games jadi bahan omongan plus tersebar luas candid artis-artis hollywood yang nenteng nih buku kemana-mana. Oiya, ini nih gambar covernya.

The Hunger Games by Suzanne Collins


Menurut saya sendiri, The Hunger Games cukup seru, karena Collins bisa mengembangkan imajinasi saya yang biasanya paling susah baca novel ribet, mikirin gimana hidup di Panem, esp. kalo kita terpilih jadi peserta Hunger Games (!!)

Cerita diawali dengan kehidupan Katniss Everdeen yang hidup di Distrik 12. Distrik 12 sendiri adalah 1 dari 12 distrik yang berada di Panem, dimana pusat Panem sendiri tuh Capitol.
Setiap tahun Capitol mengadakan event besar yang dinamakan Hunger Games, dimana setiap distrik akan terpilih 2 orang, satu cowok dan satu cewek yang akan menjadi peserta dalam event ini, dan hanya ada satu juara. Senengnya tuh bayangin gimana dandanannya Capitol (ini nih yang bikin setengah mati penasaran sama filmnyaa) dan gimana ketegangan pas hunger games dimulai.

Kalo ini The Hunger Games's Cast, jadi yang baru baca bisa sambil ngebayangin nih :D


Jujur, disini saya ga terlalu suka sama sifat Katniss (saya mah nyamainnya karakter Katniss mirip sama Bella Swan), karena di satu sisi dia diilustrasiin kayak cewek tough and strong, tapi sometimes menurut saya mah dia egois (menurut saya loh :D).

Overall, The Hunger Games worthy sekali buat dibaca, alurnya juga mudah diikuti. Daaaan, saya pun udah baca Catching Fire, serial kedua dari Hunger Games..

Yang belum baca, sok atuh capcus ke toko buku
-Keke

Ideologi Pendaki Gunung


Apa sih spesialnya dari gunung? Lebih – lebih, kenapa banyak sekali orang yang hobi mendaki gunung? Pertanyaan – pertanyaan itu yang ada di pikiran saya saat melihat persiapan-persiapan mahasiswa pencinta alam yang ingin pergi mendaki.

“Gunung itu seram, misterius, banyak hal mistis yang gak bakal bisa diduga terjadi di gunung, belum lagi capek, ngos-ngosan (?!), kalau ada apa-apa siapa coba yang bantuin?”, Mindset inilah yang terbentuk di diri saya selama ini, sampai saya mengenal “cukup” dekat dengan bolang (haha) yang hobinya naik gunung. Ya, Si Warga Neptunus (lagi dan lagi).

“Aku suka gunung, sukaaaaa banget banget banget”,  rasanya seperti inilah yang disampaikan oleh Si Warga Neptunus kalau ia mulai bercerita tentang gunung. Saya seperti dibawa ke dunianya, ceritanya penuh semangat dan bikin saya kagum!

“Gunung itu buat aku seperti miniatur kehidupan”, katanya.

Ia melanjutkan, “Ibarat gunung, ada naik ada turun, dimana pada situasi kita ingin naik kita harus susah-susah, capek, berjuang, dan pas sampai di puncak rasanya lega dan puas banget. Selain itu, ada liku ada waspada, untuk mencapai puncak kita harus melewati lika-liku itu dulu, juga belokan – belokan kecil, hambatan, bahkan mungkin memutar jalan dan mencari jalan alternatif kalau diperlukan, kayak hidup manusia”.

“Gunung itu buat aku dekat dengan orang”, katanya.

Kata Si Warga Neptunus, setiap naik gunung dia merasa lebih dekat dengan teman-teman lainnya sesama pendaki. “Di atas gunung, persahabatan bisa terjalin dan bermakna banget. Saling menjaga satu sama lain, saling bergantung satu sama lain, dan lagi di atas gunung harus saling terbuka gak boleh ada rahasia, sakit ya bilang sakit, capek ya bilang capek, jangan ada yang ditutup-tutupin”.

“Gunung itu buat aku dekat dengan Tuhan”, katanya.

Ini pemikiran Si Warga Neptunus yang sangat berhasil bikin aku kagum. “Pas aku sampai di puncak gunung pertama kalinya, aku bener-bener ngerasa jadi manusia itu keciiiil banget di mata Tuhan, bener-bener gak berdaya”, ujarnya. Selain itu, di atas gunung membuat ia sadar bahwa ciptaan Tuhan itu indah banget dan harus disyukuri.

Banyak sekali yang dia ceritakan mengenai gunung, entah itu budaya dan kebiasaan warga-warga yang tinggal di pegunungan, dan lainnya yang bisa sedikit mengubah pemikiran saya tentang gunung, dan membuat saya mulai memikirkan bahwa mendaki itu worth to try.

Si Warga Neptunus juga sempat mengutip salah satu quote dari Bung Karno, “Negara tidak akan kehabisan pemimpin selagi pemudanya masih menyusuri gunung dan pantai”, mungkin kira-kira bunyi quote-nya seperti itu (CMIIW).

Saya tidak sabar apa lagi cerita yang disampaikan sama Si Warga Neptunus, haha.

-Keke

Siapa yang tahu Indonesia itu apa?


“Menurut kamu Indonesia itu apa?”


Pertanyaan ini dilontarkan begitu saja oleh Si Warga Neptunus sekitar pukul 04.00 dini hari. 
Pertanyaan yang menimbulkan dua pertanyaan terhadap diri saya. Disatu sisi saya pikir pertanyaannya garing! “Kenapa juga hal yang seperti ini harus dibahas, untuk apa gunanya tiba-tiba nanya Indonesia itu apa”, pikir saya. Lain sisi, saya berpikir, “Jawaban seperti apa yang harus saya sampaikan, saya tidak tahu Indonesia itu apa, mau saya jawab Indonesia itu negara saya but that’s cliche, mau saya jawab negara kesatuan tapi saya pun mempertanyakan jawaban itu”, dan saya akhirnya menyerah dan bilang, “Aku gak tau”. 

Si Warga Neptunus langsung nyeletuk, “Ini nih yang salah dari orang Indonesia, bukan menyalahkan kamu tapi yah inilah kenyataan jaman sekarang”.

Saya dan dia sempat terdiam, lalu Si Warga Neptunus bilang, “Aku pun gak tau definisi Indonesia itu apa, jati diri Indonesia itu apa, dari lahir kita pun gak pernah ditanamkan jati diri Indonesia itu apa, bahkan pendidikan pun hanya menyampaikan sejarah, masa kelam Indonesia.”

Setelah  Si Warga Neptunus mengatakan hal tersebut yang saya lakukan hanya mengangguk-anggukan kepala tanpa mengeluarkan satu kata sampai ia bilang, “Ayo kita pikirin bareng, menurutmu Indonesia itu apa”.

Aku                             : “Ah, gak tau deh bingung”

Si Warga Neptunus  : “Mulai dari aku yah, kalo kata orang-orang Indonesia itu Negara Kepulauan, tapi aku lebih seneng menganggap Indonesia itu Negara Maritim”

Aku                              : “Lah, kenapa?”

Si Warga Neptunus  : “Lebih keren aja kedengerannya”

Aku                           : “Kalo menurut aku kekayaan budaya dan adat istiadat di Indonesia itu bukan hal yang bagus, bukan berarti jelek. Kekayaan budaya itu kekurangan Indonesia, karena di setiap daerah yang memiliki adat yang berbeda-beda, dimana karakter orang pun beda-beda, dan untuk saat ini toleransi akan hal itu masih minim banget. Dulu sampai sempat ada pemikiran cukup ekstrem, kenapa setiap pulau di Indonesia tidak punya Presiden sendiri, mungkin akan lebih mudah mengaturnya, toh saat ini masih aja kedengeran isu SARA di pemerintahan (yang menurutku ga etis).  Kalau memang kita belum menerima perbedaan budaya, kenapa harus dibanggakan?”

Ya, hal-hal di atas itu beberapa pemikiran gila kita tentang Indonesia, banyak sekali hal-hal yang kita bahas walaupun hanya melalui media telepon genggam. Ada satu hal juga yang kita berdua setujui bersama, kita menganggap bahwa “ Indonesia belum siap dengan demokrasi”, “Indonesia butuh pemimpin”, “Indonesia masih bisa dan harus bisa bangkit”.

Saya bilang ke Si Warga Neptunus, kalau saya itu kaum pesimis dan saya hanya bisa mengkritik yang tidak membangun, intinya saya mengeluh tentang kondisi di negeri ini tanpa menghadirkan solusi, saya menyalahkan keadaan, saya bukan menyalahkan Indonesia, saya menyalahkan dan menyayangkan orang-orang di dalamnya termasuk saya sendiri. Si Warga Neptunus bilang, "Masih banyak kok yang indah, coba kamu pikir dari sisi lain".

Si Warga Neptunus bilang, “Indonesia itu indah banget yah, sayang banget kalau ga dijaga, kita udah numpang hidup disini tapi gak pernah memberikan timbal balik ke Indonesia, aku mau bawain bunga deh buat Indonesia”. – kata-kata ini sukses buat saya senyam-senyum sendiri.

Masih banyak sekali yang bisa dipikirkan tentang Indonesia, “Gak ada habisnya”, kalau kata Si Warga Neptunus. 

-Keke