Mendapat kabar salah satu kawan
seperjuangan di bangku sekolah menengah kecelakaan dari sosial media. Dalam kabar
tersebut dimuat nomor kawan tersebut yang dapat dihubungi, langsung saja
kukirim pesan singkat kepadanya. Hah, sudah lama sekali tidak berhubungan
dengannya, mungkin sudah sekitar delapan tahun. Ya! Selama itu haha. Jangankan
bertatap muka, melalui telepon atau sosial media pun tidak pernah.
Tidak lama kemudian teleponku
berdering, nama si kawan muncul di layar teleponku. Seketika ingatanku terbawa
ke delapan tahun yang lalu. Dimana masa itu adalah masa dimana jiwa kekanakanku
masih melekat namun keinginanku untuk menjadi dewasa juga mulai membesar. Kami
pun bernostalgia dan saling menanyakan kabar kawan seperjuangan lainnya. Obrolan
dengan si kawan memunculkan ingatan – ingatan kebahagiaan yang tidak mungkin
terulang kembali. Dan secara tidak sadar, kami pun berceloteh persis seperti di
saat kami berusia muda.
Polos, lucu, lugas, dan blak –
blakan adalah cara kami berkomunikasi ketika muda. Jika boleh memilih aku tidak
ingin menjadi dewasa. Kenapa kita harus menjadi tua dan dituntut untuk menjadi
dewasa?. Tidak sudi aku menjadi dewasa kalau hal tersebut hanya menyulitkan dan
menambah daftar dosaku.
Orang dewasa itu aneh. Mereka
bilang jadi orang harus berpikiran maju dan menjadi sukses, padahal secara
tidak sadar untuk mencapai hal tersebut mereka melakukannya dengan egois,
saling sikut, dan melukai perasaan orang lain. Mereka bilang tidak boleh dendam, tapi
nyatanya kata – kata itu hanya lewat ucapan saja sedangkan hatinya menghitam. Begitu
pula dengan mengatakan maaf, sekedar ucapan yang dibuat seikhlas – ikhlasnya. Tidakkah
para kaum dewasa ini ingin menambahkan sedikit bumbu “kekanakkan” pada sifat mereka. Mungkin hidup mereka akan jauh
lebih indah.
Ada pepatah bijak mengatakan
bahwa menjadi tua itu pasti namun menjadi dewasa itu pilihan. Agaknya aku
sedikit setuju tapi apa pula yang menjadi tolak ukur dewasa. Hah, aku tidak
tahu. Mungkin aku belum mau menjadi dewasa.
-Keke
0 saran dan kritik:
Posting Komentar