Menjadi Dewasa, Pilihankah?

Selasa, 02 Juli 2013


Mendapat kabar salah satu kawan seperjuangan di bangku sekolah menengah kecelakaan dari sosial media. Dalam kabar tersebut dimuat nomor kawan tersebut yang dapat dihubungi, langsung saja kukirim pesan singkat kepadanya. Hah, sudah lama sekali tidak berhubungan dengannya, mungkin sudah sekitar delapan tahun. Ya! Selama itu haha. Jangankan bertatap muka, melalui telepon atau sosial media pun tidak pernah.

Tidak lama kemudian teleponku berdering, nama si kawan muncul di layar teleponku. Seketika ingatanku terbawa ke delapan tahun yang lalu. Dimana masa itu adalah masa dimana jiwa kekanakanku masih melekat namun keinginanku untuk menjadi dewasa juga mulai membesar. Kami pun bernostalgia dan saling menanyakan kabar kawan seperjuangan lainnya. Obrolan dengan si kawan memunculkan ingatan – ingatan kebahagiaan yang tidak mungkin terulang kembali. Dan secara tidak sadar, kami pun berceloteh persis seperti di saat kami berusia muda.

Polos, lucu, lugas, dan blak – blakan adalah cara kami berkomunikasi ketika muda. Jika boleh memilih aku tidak ingin menjadi dewasa. Kenapa kita harus menjadi tua dan dituntut untuk menjadi dewasa?. Tidak sudi aku menjadi dewasa kalau hal tersebut hanya menyulitkan dan menambah daftar dosaku. 

Orang dewasa itu aneh. Mereka bilang jadi orang harus berpikiran maju dan menjadi sukses, padahal secara tidak sadar untuk mencapai hal tersebut mereka melakukannya dengan egois, saling sikut, dan melukai perasaan orang lain.  Mereka bilang tidak boleh dendam, tapi nyatanya kata – kata itu hanya lewat ucapan saja sedangkan hatinya menghitam. Begitu pula dengan mengatakan maaf, sekedar ucapan yang dibuat seikhlas – ikhlasnya. Tidakkah para kaum dewasa ini ingin menambahkan sedikit bumbu “kekanakkan” pada sifat mereka. Mungkin hidup mereka akan jauh lebih indah.

Ada pepatah bijak mengatakan bahwa menjadi tua itu pasti namun menjadi dewasa itu pilihan. Agaknya aku sedikit setuju tapi apa pula yang menjadi tolak ukur dewasa. Hah, aku tidak tahu. Mungkin aku belum mau menjadi dewasa.

-Keke 

0 saran dan kritik:

Posting Komentar