Harusnya Kota Pejalan Kaki atau Kota Sepeda, Jangan Membangun Kota Kendaraan Bermotor!

Jumat, 25 Oktober 2013

Kira - kira kalimat itulah yang disampaikan oleh dosen perencanaan transportasi saya beberapa tahun yang lalu. Hanya kata - kata itu yang membekas dari semua kuliah beliau hahaha. Mendengar Si Bapak mengatakan hal tersebut, saya rasanya ingin berteriak, "Bener banget Pak!!"

Saya adalah orang yang paling benci dengan kendaraan, lebih tepatnya benci pengendara haha. Bukan karena saya tidak punya kendaraan, tapi banyak alasan kenapa saya tidak suka dengan pengguna kendaraan pribadi. Apalagi pengemudi - pengemudi ibukota.

Lucunya, orang - orang yang mengeluh sama kemacetan di Jakarta adalah orang - orang yang membuat kemacetan itu sendiri. Bahkan mereka yang tidak berkompeten untuk membawa kendaraan pun ikut menyesakkan jalan - jalan Kota Macet tersebut (alias menggunakan SIM tembak). Terkadang penggiat jargon "go green" pun orang - orang yang bergantung hidupnya dengan kaleng mesin yang mengeluarkan kebulan asap racun. Apalah arti kampanye yang cuma menggurui orang lain.

Bayangkan, kalau saja hanya 80% penduduk di Jakarta menggunakan transportasi publik, kenyamanan kota seperti Tokyo dan Singapura mungkin sekali tercapai. Masalahnya, orang Indonesia itu anti capek dan mengeluarkan keringat. Tidak ketinggalan gengsi dan takut kulit hitam. 

Dunia Planologi

Me back.
Setelah sekian lama berkutat dengan tugas akhir (percaya deh ini lama, lamaaa banget), akhirnya bisa come back untuk mengisi laman - laman blog yang tidak terawat ini :D

Judul entri posting-an kali ini tentang planologi. Banyak banget yang belum paham dengan Dunia Planologi, jangankan dunianya, kata Planologi aja masih kurang familiar di telinga banyak orang.
Banyak yang mengira kalo Planologi itu ilmu bercocok tanam (Plan -mirip- Plant = Tanaman), bahkan ada yang bilang Planologi itu ada hubungannya kayak Astrologi alias ilmu perbintangan (Plan + et = Planet *random, huh?!). Adapun yang bilang, kalo kuliah ambil jurusan Planologi itu karena terbuang dari Teknik Sipil sama Arsitektur. Haha, kaum termarjinalkan banget yee kesannya anak Planologi.