Menjadi Dewasa di Kota Penuh Kemunafikan

Jumat, 16 Mei 2014

Kota yang tenang, rutinitas yang sama, tidak pernah bergejolak, kehidupan yang monoton.
Keluarga – keluarga yang harmonis. Semua keluarga yang hidup dengan kepura-puraan.
Satu dan lainnya saling menikam dari belakang.

Tidak ada yang salah karena tidak pernah menunjukkan kebencian.
Kebencian yang selalu dilapisi dengan keramahan.
Kebencian yang selalu dilumuri cairan senyum dan tawa palsu.

Terlalu banyak adat, terlalu banyak peraturan yang harus dipatuhi oleh warga kota.
Terlalu banyak mitos yang menakuti warga tanpa adanya pembuktian yang nyata akan hal tersebut.

Jaman Edan, Posting, dan Pamer..

Senin, 12 Mei 2014

"Lo liat status dia ga? Iya, di path-nya sama facebook-nya. Sumpah yaa, hedon banget"

Obrolan tersebut seringkali gue denger di angkot, busway, tempat makan, bahkan toilet bioskop.

"Bentar - bentar foto dulu makanannya, jangan dimakan dulu. (Panggil pelayan resto) Mas, bisa tolong fotoin gaaa..."

Yang kayak gitu hobi banget dilakuin orang - orang jaman sekarang.

Dunia sudah semakin tua ternyata, penduduknya semakin riya.

Keke

Fatamorgana

Senin, 05 Mei 2014

Malamku selalu kamu
Mimpiku itu kamu
Namun ternyata itu hatiku yang terbelenggu
Terbelenggu dari ketidakhadiranmu

Terbitnya matahari bukanlah harapanku
Hilangnya bulan berarti lenyapnya dirimu
Kamu dan kehangatanmu
Yang tersisa hanyalah kamu dan kesinisanmu
Aku sadar tidak seharusnya bangun dari tidur lelapku

Keke
Friday, May 2nd 2014