Apa sih spesialnya dari gunung? Lebih
– lebih, kenapa banyak sekali orang yang hobi mendaki gunung? Pertanyaan –
pertanyaan itu yang ada di pikiran saya saat melihat persiapan-persiapan
mahasiswa pencinta alam yang ingin pergi mendaki.
“Gunung itu seram, misterius,
banyak hal mistis yang gak bakal bisa diduga terjadi di gunung, belum lagi
capek, ngos-ngosan (?!), kalau ada apa-apa siapa coba yang bantuin?”, Mindset inilah yang terbentuk di diri
saya selama ini, sampai saya mengenal “cukup” dekat dengan bolang (haha) yang
hobinya naik gunung. Ya, Si Warga Neptunus (lagi dan lagi).
“Aku suka gunung, sukaaaaa banget
banget banget”, rasanya seperti inilah
yang disampaikan oleh Si Warga Neptunus kalau ia mulai bercerita tentang
gunung. Saya seperti dibawa ke dunianya, ceritanya penuh semangat dan bikin
saya kagum!
“Gunung itu buat aku seperti
miniatur kehidupan”, katanya.
Ia melanjutkan, “Ibarat gunung,
ada naik ada turun, dimana pada situasi kita ingin naik kita harus susah-susah,
capek, berjuang, dan pas sampai di puncak rasanya lega dan puas banget. Selain
itu, ada liku ada waspada, untuk mencapai puncak kita harus melewati lika-liku
itu dulu, juga belokan – belokan kecil, hambatan, bahkan mungkin memutar jalan
dan mencari jalan alternatif kalau diperlukan, kayak hidup manusia”.
“Gunung itu buat aku dekat dengan
orang”, katanya.
Kata Si Warga Neptunus, setiap
naik gunung dia merasa lebih dekat dengan teman-teman lainnya sesama pendaki. “Di
atas gunung, persahabatan bisa terjalin dan bermakna banget. Saling menjaga
satu sama lain, saling bergantung satu sama lain, dan lagi di atas gunung harus
saling terbuka gak boleh ada rahasia, sakit ya bilang sakit, capek ya bilang
capek, jangan ada yang ditutup-tutupin”.
“Gunung itu buat aku dekat dengan
Tuhan”, katanya.
Ini pemikiran Si Warga Neptunus
yang sangat berhasil bikin aku kagum. “Pas aku sampai di puncak gunung pertama
kalinya, aku bener-bener ngerasa jadi manusia itu keciiiil banget di mata
Tuhan, bener-bener gak berdaya”, ujarnya. Selain itu, di atas gunung membuat ia
sadar bahwa ciptaan Tuhan itu indah banget dan harus disyukuri.
Banyak sekali yang dia ceritakan
mengenai gunung, entah itu budaya dan kebiasaan warga-warga yang tinggal di
pegunungan, dan lainnya yang bisa sedikit mengubah pemikiran saya tentang
gunung, dan membuat saya mulai memikirkan bahwa mendaki itu worth to try.
Si Warga Neptunus juga sempat
mengutip salah satu quote dari Bung
Karno, “Negara tidak akan kehabisan pemimpin selagi pemudanya masih menyusuri
gunung dan pantai”, mungkin kira-kira bunyi quote-nya
seperti itu (CMIIW).
Saya tidak sabar apa lagi cerita
yang disampaikan sama Si Warga Neptunus, haha.
-Keke
1 saran dan kritik:
siip lah....
Posting Komentar