Ideologi Pendaki Gunung

Rabu, 27 Februari 2013


Apa sih spesialnya dari gunung? Lebih – lebih, kenapa banyak sekali orang yang hobi mendaki gunung? Pertanyaan – pertanyaan itu yang ada di pikiran saya saat melihat persiapan-persiapan mahasiswa pencinta alam yang ingin pergi mendaki.

“Gunung itu seram, misterius, banyak hal mistis yang gak bakal bisa diduga terjadi di gunung, belum lagi capek, ngos-ngosan (?!), kalau ada apa-apa siapa coba yang bantuin?”, Mindset inilah yang terbentuk di diri saya selama ini, sampai saya mengenal “cukup” dekat dengan bolang (haha) yang hobinya naik gunung. Ya, Si Warga Neptunus (lagi dan lagi).

“Aku suka gunung, sukaaaaa banget banget banget”,  rasanya seperti inilah yang disampaikan oleh Si Warga Neptunus kalau ia mulai bercerita tentang gunung. Saya seperti dibawa ke dunianya, ceritanya penuh semangat dan bikin saya kagum!

“Gunung itu buat aku seperti miniatur kehidupan”, katanya.

Ia melanjutkan, “Ibarat gunung, ada naik ada turun, dimana pada situasi kita ingin naik kita harus susah-susah, capek, berjuang, dan pas sampai di puncak rasanya lega dan puas banget. Selain itu, ada liku ada waspada, untuk mencapai puncak kita harus melewati lika-liku itu dulu, juga belokan – belokan kecil, hambatan, bahkan mungkin memutar jalan dan mencari jalan alternatif kalau diperlukan, kayak hidup manusia”.

“Gunung itu buat aku dekat dengan orang”, katanya.

Kata Si Warga Neptunus, setiap naik gunung dia merasa lebih dekat dengan teman-teman lainnya sesama pendaki. “Di atas gunung, persahabatan bisa terjalin dan bermakna banget. Saling menjaga satu sama lain, saling bergantung satu sama lain, dan lagi di atas gunung harus saling terbuka gak boleh ada rahasia, sakit ya bilang sakit, capek ya bilang capek, jangan ada yang ditutup-tutupin”.

“Gunung itu buat aku dekat dengan Tuhan”, katanya.

Ini pemikiran Si Warga Neptunus yang sangat berhasil bikin aku kagum. “Pas aku sampai di puncak gunung pertama kalinya, aku bener-bener ngerasa jadi manusia itu keciiiil banget di mata Tuhan, bener-bener gak berdaya”, ujarnya. Selain itu, di atas gunung membuat ia sadar bahwa ciptaan Tuhan itu indah banget dan harus disyukuri.

Banyak sekali yang dia ceritakan mengenai gunung, entah itu budaya dan kebiasaan warga-warga yang tinggal di pegunungan, dan lainnya yang bisa sedikit mengubah pemikiran saya tentang gunung, dan membuat saya mulai memikirkan bahwa mendaki itu worth to try.

Si Warga Neptunus juga sempat mengutip salah satu quote dari Bung Karno, “Negara tidak akan kehabisan pemimpin selagi pemudanya masih menyusuri gunung dan pantai”, mungkin kira-kira bunyi quote-nya seperti itu (CMIIW).

Saya tidak sabar apa lagi cerita yang disampaikan sama Si Warga Neptunus, haha.

-Keke

1 saran dan kritik:

RuangQu mengatakan...

siip lah....

Posting Komentar