Kekayaan Produktivitas Warga Soloraya

Senin, 25 November 2013

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Solo cukup gencar mengadakan event-event dengan skala yang besar. Salah satu acara yang diselenggarakan belum lama ini adalah Soloraya Creative Expo. Perhelatan akbar Soloraya Creative Expo 2013 yang diadakan dari tanggal 20-24 November 2013 memberikan kesan yang mendalam baik bagi penyedia stand maupun pengunjung expo ini. 

Soloraya Creative Expo 2013 merupakan acara yang diselenggarakan dibawah naungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surakarta. Kenapa acaranya dinamakan Soloraya bukan hanya Solo? Karena peserta dari expo ini sendiri adalah wilayah yang tergabung dalam Soloraya yaitu terdiri dari 6 kabupaten (Sragen, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo) dan 1 kotamadya yaitu Surakarta. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah yang diberikan oleh Kadin Surakarta bagi pelaku usaha kreatif untuk mengenalkan hasil kreativitas dan produksinya sekaligus menjadi area berjualan. Dikutip dari situs soloraya-expo.com bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai perwujudan dari peran Kadin Surakarta untuk mendorong laju perekonomian regional dengan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki oleh Soloraya dan juga untuk mempersiapkan para pelaku usaha di Soloraya dalam menghadapi ACFTA dan AFTA 2015.

Acara diselenggarakan di empat lokasi dengan tema venue yang berbeda-beda.
  1. Venue 1 berlokasi di area Benteng Vasternburg dimana di lokasi ini merupakan venue utama dari Soloraya Creative Expo.
  2. Venue 2 berlokasi di Solo Square yang mengusung tema OtoCreative Expo.
  3. Venue 3 berlokasi di Diamond Solo Convention Center dengan tema Creative Food & Agriculture Expo
  4. Venue 4 & 5 berlokasi di Graha Wisata dimana Venue 4 berada di Lantai 1 dengan mengusung tema Creative Printing & Publishing Expo sementara Venue 5 yang berada di Lantai 2 mengusung tema Creative Finance & Investment Expo.

Saya berkesempatan untuk berkunjung pada Hari Minggu, 24 November 2013, yaitu hari terakhir penyelenggaraan expo. Sayangnya, saya cuma mengunjungi dua venue yaitu yang di Benteng Vasternburg dan Diamond Solo Convention Center -_-

Tiket Soloraya Creative Expo 2013
(sudah kepotong buat yang masuk venue Benteng Vasternburg sama bagian untuk undian)
1st Destination: Soloraya Creative Expo - Versi Benteng Vasternburg
Awalnya dateng ke expo ini ragu-ragu karena gak ada yang bisa nemenin T.T dan sebagian besar sudah mengunjungi di hari sebelumnya. Tapi, karena sudah menanti-nanti expo ini akhirnyaa berangkat dan untungnya cuaca mendukung. Sukaaaa banget sama dekorasinya, entrance-nya menggunakan hiasan dari bambu.Yap, karena tema yang diangkat adalah "the exoticism of bamboo". Jadi yaa, material yang digunakan mostly berbahan bambu. Dengan lokasi yang memiliki nilai historis tinggi dan penggunaan dekorasi yang terlihat alami, suasana keeksotisannya menjadi lekat dan terasa sekali.


Entrance with bamboo
Venue di Vasternburg ini dibagi menjadi dua site yaitu Tobacco A dan Tobacco B. Tobacco A lebih banyak memamerkan kerajinan batik dan pernik mulai dari kain, pakaian, tas hingga sendal. Pernak-pernik yang dipamerkan antara lain berupa aksesoris, key chain, dan beberapa hiasan seperti perabotan rumah. Sedangkan Tobacco B cenderung memamerkan kerajinan seperti handicraft, lukisan hasil digital printing, bahkan ada yang buka stand gitar, wayang, dan seni pahat.
Tampak luar area Tobacco A

Serba-serbi barang yang dipamerkan di area Tobacco B (ada wayang, gitar, patung, dan batik)

Antusiasme pengunjung di area Tobacco B - event yang bisa dinikmati segala usia :)
Serunya expo ini adalah, bisa dinikmati segala usia. Bukan hanya sebagai tempat belanja barang-barang unik nan kreatif, tapi bagi adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah dan rasa keingintahuan yang tinggi, expo ini sangat-sangat bermanfaat karena banyak hal yang bisa dipelajari disini. Salah satunya dari booth yang dipamerkan oleh Museum Bank Indonesia.

Yap, saya juga gak nyangka Museum Bank Indonesia menggelar koleksi uang mereka di expo ini karena bank-bank yang berpartisipasi umumnya membuka lapak untuk UKM binaan masing-masing bank. Serunyaa, di lapak Museum Bank Indonesia ada emas batangan yang dipajang dalam kotak kaca yang diberi lubang supaya pengunjung bisa merasakan sebatang emas #tsaaaaah *gakcucitangansebulan*. Banyak hal lucu yang saya temukan di dekat lapak Museum Bank Indonesia, salah satunya adalah gerombolan ibu-ibu pengunjung yang menuju booth sambil bilang "sik, ta nonton duit sik" dan langsung heboh lihat emas batangan :D. Dan juga ada adik-adik yang lagi mencatat informasi yang diberikan tentang sejarah uang di Indonesia, entah karena tugas dari sekolah atau hanya ingin mencari ilmu.

Antusiasme Warga Soloraya terhadap Lapak Bank Indonesia di Tobacco A
Rasa penasaran yang terjawab sudah dengan bantuan penjelasan yang informatif :)

Nah ini adalah salah satu informasi yang dihadirkan oleh panitia,
bukan hanya tentang sejarah Benteng Vasternburg tapi juga tentang berbagai hal menarik lainnya. Very educative! 


Berbagai olahan kain batik yang menjadi salah satu 
produk unggulan membanggakan warga Soloraya


 
Yang sebelah kiri lapak mainan ada puzzle dan perabotan kayu warna-warni
 - Yang sebelah kanan ada pernak-pernik seperti gantungan kunci, lampu meja unik, dan patung kayu mini
Booth unik ini dipamerkan oleh Bliss Publishing & Digital Printing
Karikatur yang uber cool!!
Setelah berkeliling ke Tobacco A dan Tobacco B saya berkeliling ke area luar sembari menunggu datangnya shuttle bus untuk menjelajah ke venue lainnya. Dekorasi outdoor-nya sangat nyaman dan untungnya banyak sekali bangku dan meja yang disediakan jadi bisa lama-lama bersantai tanpa perlu ada orang yang antre tempat duduk. 


Suasana santai bisa dinikmati bersama pacar dan keluarga

2nd Destination: Creative Food & Agriculture Expo - Versi Diamond Solo Convention Center
Selesai memanjakan mata di venue Benteng Vasternburg saya langsung menuju ke venue incaran, apalagi kalo bukan makanan hahaha. Bermodalkan angkutan gratis yang disediakan oleh panitia, langsung menuju venue yang ada di Diamond Solo Convention Center.
Daan, setibanya di lokasi kondisinya mengejutkan. Venue ini sepi sekali, entah tidak menarik atau ada faktor lainnya. Bahkan, stand yang disediakan bisa dibilang hanya terisi separuhnya. Benar-benar berbanding terbalik dengan venue yang ada di Benteng Vasternburg. 
Beberapa brand yang membuka stand/booth di expo ini mayoritas merupakan nama-nama yang sudah dikenal dan skalanya cukup besar untuk di daerah Solo maupun luar Solo. Diantaranya ada Dika BakeryTongtji, dll. Saya pun setelah berkeliling akhirnya menyerah dan pulang.

Acara seperti ini benar-benar seru dan wajib untuk diadakan setiap tahunnya, karena kreatifitas manusia yang dinamis pastinya akan menghasilkan produk-produk yang inovatif. Selain itu, dukungan dan antusias warga yang besar tentunya akan meningkatkan gejolak di wilayah Soloraya, khususnya Kota Solo, yang akan berdampak pada perekonomian dan eksistensi Kota Solo sebagai kota yang mendukung pemberdayaan dan pengembangan pelaku kreatif dan ukm. Jadi, ditunggu penyelenggaraannya di tahun mendatang :)


-Keke

0 saran dan kritik:

Posting Komentar