Imajinasi Masa Depan, Silahkan Ber-'edan' Ria

Minggu, 28 Juli 2013

Beberapa hari kemarin baru saja menonton film "Pacific Rim". Genre film ini bisa dikategorikan dystopian, yaitu menggambarkan masa depan. Diceritakan dalam film tentang penumpasan Kaiju (kayak monster - monster yang menjadi lawannya ultraman sama power rangers) oleh Jaeger. Jaeger ini digerakkan oleh dua orang yaitu pilot dan co-pilot yang pikirannya dihubungkan.
 
Ada lagi "The Hunger Games" yang bercerita tentang adanya negara dengan membagi wilayahnya menjadi distrik - distrik yang memiliki sumber daya utama pada setiap distrik. Film yang diadaptasi dari novel dengan penjualan terbaik ini mengangkat cerita pertarungan antara wakil setiap distrik yang pada akhirnya hanya mengeluarkan satu pemenang (peserta saling membunuh satu sama lain). 

Film "In Time" yang bercerita tentang masa hidup yang dibatasi oleh waktu. Secara genetik kehidupan manusia hanya dijatah selama 25 tahun dimana penunjuk waktu tertanam di lengan manusia (pakai lampu LED loh). Namun, semua aktifitas yang dilakukan bergantung pada waktu. Waktu layaknya uang di film ini, bekerja dengan upah waktu, dan jika melakukan aktifitas akan mengurangi waktu kita. Setelah waktu menunjukkan 00.00.00 maka manusia mati seketika. Selain uang, waktu juga diartikan sebagai kekuatan, waktu menjadi penentu siapa yang kaya dan siapa yang miskin.

Eksotisme Kepulauan Seribu Yang Mendunia

Sabtu, 27 Juli 2013

Bagi yang memiliki hobi wisata atau yang lebih dikenal dengan “traveler” tidak akan asing dengan Kepulauan Seribu. Kepulauan yang menawarkan keindahan alam yang menakjubkan dan fantastis. Keindahan Kepulauan Seribu juga banyak diakui oleh wisatawan asing, khususnya yang senang menikmati wisata air seperti snorkeling dan scuba diving.

Kepulauan Seribu merupakan suatu kebanggaan yang dimiliki oleh warga Jakarta. Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dibentuk berdasarkan PP No. 55 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta tepat pada tanggal 3 Juli 2001.

Secara administratif, Kepulauan Seribu terdiri dari dua kecamatan. Kepulauan Seribu memiliki luas 11,82 km2 dimana wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta. Pulau – pulau yang termasuk ke dalam Kepulauan Seribu ada yang berpenghuni dan ada pula yang dijadikan tempat wisata, selain itu ada pula wilayah yang termasuk dalam zona konservasi dengan pengembangan wilayah yang diarahkan sebagai kawasan cagar alam dan Taman Nasional Laut (TNL) yang ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata.

Banyak sekali aspek yang harus dibenahi untuk menjaga kelestarian Kepulauan Seribu mengingat bahwa potensi Kepulauan Seribu yang besar dan menarik banyak minat turis, baik turis lokal maupun mancanegara, sebagai lokasi tujuan berwisata. Potensi lainnya yang dimiliki oleh Kepulauan Seribu selain sebagai kawasan wisatan antara lain sebagai kawasan cagar budaya, kawasan terbuka hijau lindung dan kawasan terbuka hijau budidaya, kawasan taman arkeologi, hingga sebagai wilayah yang mendukung wisata edukasi dan penelitian khususnya di bidang kelautan sehingga dapat dikatakan bahwa wilayah Kepulauan Seribu mendukung pengembangan ekowisata.

Dari beberapa pulau yang ada di wilayah Kepulauan Seribu, diantaranya berikut merupakan pulau yang sering dikunjungi turis :

1. Pulau Puteri 
Terletak di sebelah utara Kepulauan Seribu. Di pulau ini kita akan disuguhkan udara segar karena terdapat banyak sekali pepohonan dan apabila ingin melihat keindahan fenomena matahari terbit serta matahari terbenam, Pulau Puteri merupakan lokasi yang menjadi incaran wisatawan. Dalam pulau ini juga terdapat akuarium bawah laut dan kebun binatang mini, letak pulai yang cukup jauh dari Jakarta menjadikan laut di sekitar pulau ini ideal untuk berenang, snorkeling, dan menyelam. Dan spesialnya lagi, Pulau Putri menyediakan fasilitas “glass bottom boat” yaitu kapal dengan ruang dibawah yang dilapisi kaca untuk menikmati pemandangan bawah laut, kebayang kan gimana serunya kita bertatapan langsung dengan makhluk laut (Sumber).
Pulau Puteri (Sumber)
Glass Bottom Boat (Sumber)
Underwater Tunnel Pulau Puteri (Sumber)

Siap - Siap Liburan Mudik!

Jumat, 26 Juli 2013


Ga terasaaaa udah Bulan Ramadhan lagi, dan aku masih terdampar di antah berantah.
Let me go home~ (ala Michael Buble) please!!

Aku kuliah di luar kota (nun jauh disanaaaaa) dan momen lebaran ini otomatis aku dapet panggilan alam untuk balik ke pangkuan emak di Jakarta alias mudik lebaran (haha). Biasanya dari Kota Solo (tempat aku kuliah) ke Jakarta butuh waktu 10 – 12 jam jika menggunakan kereta api. Kebayang banget kan lamanya perjalanan yang selama itu cuma bisa duduk (!). 
Nah, saat – saat mudik lebaran kayak gini nih biasanya suka bikin bete dan keki. Disaat kayak gini cuma bisa berharap dari persiapan mudik yang mantap bin ajaib. Biasanya yang jadi andalan selama perjalanan jauh aku itu buku bacaan, cemilan, dan stok lagu yang banyaaaaaaak :D

Tips Perjalanan Jauh Anti Jenuh a la Keke :
1.    Buku Bacaan
Buku bacaan apa aja gak dilarang. Dari komik, koran, majalah, sampai novel pun bisa jadi teman setia selama perjalanan. Tapiiiii, jangan lama – lama bacanya apalagi buat yang gampang pusing atau mabuk kendaraan. Kalo yang udah ahli sih, ayok aja :D
2.    Cemilan
Ini penting! Terutama permen dan jangan lupa sedia minum. Kalo kata ibuku, jangan sembarangan beli makanan atau minuman di perjalanan, lebih baik beli di mini market terpercaya.
3.    Musik
Soal musik, aku paling sensitif. Musik buat aku bukanlah sebuah hobi, karena hobi itu hanya suatu pelengkap dalam hidupku. Buatku musik adalah bagian dari hidup. Klise sih, tapi itu kenyataannya. Kenapa? Karena musik itu pengingat latar kejadian masa lalu, pengiring kejadian saat ini, dan juga musik bisa menjadi inspirasi untuk kita melangkah ke depannya. Prinsipku, cara dengerin musik itu harus dengan semudah – mudahnya. Karena dengerin musik itu tujuannya untuk mengembalikan suasana hati. Kemudahan untuk mengganti lagu, kemudahan untuk bawa alat pemutar musik, kemudahan ganti volume, dan yang paling penting aktivitas yang lainnya gak akan keganggu karena lagi dengerin musik. Pokoknya, harus bisa senyaman mungkin dengerin musik dengan berbagai gaya dan situasi di segala momen.

Siapkah Warga Jakarta dengan JET (Jakarta Eco Transport) Monorail?

Minggu, 14 Juli 2013

Akhirnyaaa Monorail yang akan dihadirkan di Kota Jakarta punya nama juga. Yap, melalui kegiatan Jakarta Monorail Naming Competition diputuskan nama resmi Monorail-nya Kota Jakarta adalah JET (Jakarta Eco Transport Monorail). Filosofi dari pengusung nama ini yaitu dengan JET diharapkan mampu menanggulangi polusi kendaraan dikarenakan pengguna kendaraan mulai beralih ke Monorail, JET sendiri juga mengandung arti CEPAT sehingga waktu yang dibutuhkan dalam penggunaan transportasi umum akan relatif singkat (Sumber : Situs Jakarta Monorail). 

Dalam merealisasikan Monorail, Pemerintah Kota Jakarta juga menyalurkan informasi untuk Warga Jakarta melalui kegiatan pameran yang dilakukan dari tanggal 23 Juni 2013 hingga 14 Juli 2013. Penyelenggaraan pameran ini dimaksudkan agar warga yang berharap adanya perubahan akan transportasi di Jakarta dapat melihat secara langsung bagaimana hal tersebut diwujudkan dengan hadirnya Monorail di Jakarta.

Solo Batik Carnival 2013

Heyhoo~ 

Walaupun agak sedikit basi karena karnaval ini diselenggarakan Sabtu, 29 Juni 2013 but I still want to share some pictures that I got from Solo Batik Carnival. Yeep, akhirnya saya datang juga ke acara ini setelah hampir 5 tahun tinggal di Kota Solo hahaha.

Solo Batik Carnival (SBC) tahun 2013 ini kali keenam diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka mempromosikan batik yang juga sebagai salah satu potensi baik dalam perekonomian maupun nilai budaya yang ada di Kota Solo.

Tema SBC yang diusung kali ini adalah 'Earth to Earth Parade'. Melalui tema ini para penampil menghadirkan desain - desain yang mewakili empat unsur bumi yaitu air, bumi, tanah, dan udara. Desain yang bertemakan air dan udara terlihat hampir serupa dengan didominasi warna biru dan putih pada kostum dan riasan wajah. elemen api bernuansakan warna merah menyala yang didukung riasan garang para performer. Sedangkan  desain elemen tanah menghadirkan warna kostum yang agak eksotik dan gelap dibandingkan unsur lainnya yaitu dengan didominasi warna kuning, cokelat, dan hitam menyerupai tanah

Komik : Pure Love Kamikaze Captain

Selasa, 02 Juli 2013

Wah, entah. Komik ini benar - benar menampilkan cinta semurni - murninya (Pure!). Haha.

Saya jatuh cinta sama tokoh - tokohnya.

Hirata Akifumi
Tipikal cowok yang sangar tapi cupu di dunia percintaan haha. Scary-sweet one :D

Kho Ping Hoo itu.. Legend~dary! (baca a la Uncle Barney di HIMYM, mihihihi)

Dari dulu kepingin banget buat postingan tentang beliau yang jagonya dunia persilatan tapi baru kesampaian sekarang.  Kho Ping Hoo mungkin banyak dikenal oleh kaum berumur tua. Mungkin terkenal untuk kaum muda - mudi generasi sekitar tahun 40-an atau 50-an. 

"Siapa sih Kho Ping Hoo?"

Pertanyaan itu banyak dipertanyakan oleh muda - mudi generasi 90-an ke atas. Fyi, Kho Ping Hoo itu salah satu pengarang tjersil (ejaan lama, baca : cersil a.k.a cerita silat). Lucunya, buku - buku cerita Pak Kho Ping Hoo dibagi menjadi dua latar, yaitu ada yang berlatar negeri Tiongkok (meskipun konon latar yang digambarkan oleh beliau terinspirasi dari film - film silat Hong Kong dan Taiwan yang populer pada masa itu jadi sedikit banyak ada historis atau latar yang berbeda antara kenyataan dan cerita di buku beliau) dan ada pula yang berlatar Indonesia (yang umumnya digambarkan di wilayah Jawa). Indeed, Pak Kho Ping Hoo punya imajinasi yang keren.

"Kenapa harus baca tjersil di jaman sekarang? Hewooow, it's 2013! Kiamat ramalan aja udah lewat bacanya masih tjersil aja deh ya!!"

Jujur, tulisan - tulisan Kho Ping Hoo memikat sekali untuk dibaca. Bagi saya, poin yang ada dari karya beliau bukan di alur cerita tetapi lebih ke filsafat dan pelajaran hidup yang beliau coba sampaikan melalui buku. Tetapi bukan berarti alur dan isi cerita tidak menarik loh, hehe. Buat permulaan, ayo baca serial Bu Kek Siansu atau Pedang Kayu Harum.

Kiri : Buku Suling Emas 1 - 5 (Serial Bu Kek Siansu) hasil ubekan (?) di toko buku bekas
Kanan : Ilustrasi asal saya karena bosan :D

Kho Ping Hoo yang sangat legendaris untuk dunia sastra Indonesia, jangan sampai karyanya terhalangi oleh dinamika jaman.
-Keke

Menjadi Dewasa, Pilihankah?


Mendapat kabar salah satu kawan seperjuangan di bangku sekolah menengah kecelakaan dari sosial media. Dalam kabar tersebut dimuat nomor kawan tersebut yang dapat dihubungi, langsung saja kukirim pesan singkat kepadanya. Hah, sudah lama sekali tidak berhubungan dengannya, mungkin sudah sekitar delapan tahun. Ya! Selama itu haha. Jangankan bertatap muka, melalui telepon atau sosial media pun tidak pernah.

Tidak lama kemudian teleponku berdering, nama si kawan muncul di layar teleponku. Seketika ingatanku terbawa ke delapan tahun yang lalu. Dimana masa itu adalah masa dimana jiwa kekanakanku masih melekat namun keinginanku untuk menjadi dewasa juga mulai membesar. Kami pun bernostalgia dan saling menanyakan kabar kawan seperjuangan lainnya. Obrolan dengan si kawan memunculkan ingatan – ingatan kebahagiaan yang tidak mungkin terulang kembali. Dan secara tidak sadar, kami pun berceloteh persis seperti di saat kami berusia muda.

Polos, lucu, lugas, dan blak – blakan adalah cara kami berkomunikasi ketika muda. Jika boleh memilih aku tidak ingin menjadi dewasa. Kenapa kita harus menjadi tua dan dituntut untuk menjadi dewasa?. Tidak sudi aku menjadi dewasa kalau hal tersebut hanya menyulitkan dan menambah daftar dosaku. 

Orang dewasa itu aneh. Mereka bilang jadi orang harus berpikiran maju dan menjadi sukses, padahal secara tidak sadar untuk mencapai hal tersebut mereka melakukannya dengan egois, saling sikut, dan melukai perasaan orang lain.  Mereka bilang tidak boleh dendam, tapi nyatanya kata – kata itu hanya lewat ucapan saja sedangkan hatinya menghitam. Begitu pula dengan mengatakan maaf, sekedar ucapan yang dibuat seikhlas – ikhlasnya. Tidakkah para kaum dewasa ini ingin menambahkan sedikit bumbu “kekanakkan” pada sifat mereka. Mungkin hidup mereka akan jauh lebih indah.

Ada pepatah bijak mengatakan bahwa menjadi tua itu pasti namun menjadi dewasa itu pilihan. Agaknya aku sedikit setuju tapi apa pula yang menjadi tolak ukur dewasa. Hah, aku tidak tahu. Mungkin aku belum mau menjadi dewasa.

-Keke