Dunia Planologi

Jumat, 25 Oktober 2013

Me back.
Setelah sekian lama berkutat dengan tugas akhir (percaya deh ini lama, lamaaa banget), akhirnya bisa come back untuk mengisi laman - laman blog yang tidak terawat ini :D

Judul entri posting-an kali ini tentang planologi. Banyak banget yang belum paham dengan Dunia Planologi, jangankan dunianya, kata Planologi aja masih kurang familiar di telinga banyak orang.
Banyak yang mengira kalo Planologi itu ilmu bercocok tanam (Plan -mirip- Plant = Tanaman), bahkan ada yang bilang Planologi itu ada hubungannya kayak Astrologi alias ilmu perbintangan (Plan + et = Planet *random, huh?!). Adapun yang bilang, kalo kuliah ambil jurusan Planologi itu karena terbuang dari Teknik Sipil sama Arsitektur. Haha, kaum termarjinalkan banget yee kesannya anak Planologi.



Anyway, dunia seputar planologi adalah dunia yang menemani saya selama 5 tahun + dua bulan terakhir ini. FYI, Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota adalah ilmu yang bisa dikatakan dalam prosesnya melibatkan hampir semua disiplin ilmu. Kenapa? Karena fokus studi planologi adalah wilayah dan kota dimana di dalam suatu wilayah ataupun kota banyak sekali unsur atau aspek yang terdapat di dalamnya. Di awal kuliah itu masa - masa kayak orang ling-lung banget, semua mata kuliah yang ga ngerti buat apa dipelajarin, dari ekonomi wilayah dan kota, kependudukan, sosiologi perkotaan, geologi lingkungan, ilmu lingkungan, pemetaan, transportasi, analisis lokasi, bahkan dokumen - dokumen rencana pembangunan. Mulai memasuki masa - masa studio barulah saya mengerti kaitan satu ilmu dengan ilmu lainnya. 

Lucunya, setelah lamanyaa kuliah, saya justru jatuh cinta pada dunia planologi hampir pada akhir masa studi saya. Planologi bukan hanya sekedar ilmu tentang membenahi kota ataupun wilayah, tetapi juga bagaimana mewadahi masyarakat di dalamnya. Suatu kota harus mampu menghidupkan aktivitas di dalamnya dan bersinergi dengan wilayah disekitarnya. Planologi bukan hanya sekedar merencanakan, namun juga melaksanakan dan mengevaluasi program - program yang telah diberlakukan. Artinya, kita tidak hanya diajarkan untuk sekedar bermimpi, tapi membuat skema mimpi yang rasional sehingga mimpi tersebut dapat direalisasikan dan dipertanggungjawabkan, juga diajarkan untuk membuat alternatif mimpi apabila mimpi pertama tidak terwujud.

Mungkin yang paling jadi hot thread di masyarakat saat ini adalah masalah banjir, pedagang kaki lima, atau kemacetan. Lulusan Planologi diharapkan mampu untuk memunculkan solusi masalah - masalah tersebut. Tapi sebenarnya bukan hanya itu, tapi permasalahan seperti ketimpangan sosial dan ekonomi antar wilayah, bagaimana ruang kota merangkul seluruh komunitas dan berbagai pola serta karakter penduduk, bahkan menggali potensi suatu wilayah yang dapat dikembangkan. Tidak hanya membangun kota supaya memiliki nilai estetis namun juga harus fungsional.

Seru dan bersyukur banget kenal dengan ilmu ini, karena kota bergerak secara dinamis begitupun dengan peradaban manusia. Semoga saya tetap loyal untuk mengabdi di bidang ini dan bermanfaat bagi pembangunan dan penyelesaian masalah - masalah kota yang tidak berujung seperti Kota Jakarta. Salam Planner!


Bye,
Keke

0 saran dan kritik:

Posting Komentar