Hei, kamu!
Ya, kamu!
Kau mau
lari kemana lagi?
Kau mau lari dengan apa lagi?
Lari
dengan uangmu?
Lari
dengan jabatanmu?
Tidakkah
kau paham? Kau sudah tidak bisa lari lagi.
Saudaramu?
Peduli apa mereka dengan keadaanmu.
Temanmu?
Huh, tidak jauh berbeda dengan saudaramu yang berbagi darah denganmu.
Cukup
dengan ucapan belasungkawa, kehidupan mereka dengan segera kembali normal.
Kau pikir
siapa lagi yang akan berbelas kasihan?
Kau ingin
memohon belas kasihan kepada siapa?
Jangan
pernah kau anggap orangtuamu bisa menolongmu.
Tuhanmu? Yang
tidak pernah sekalipun terlintas hadir di duniamu?
Tuhanmu?
Yang dilupakan karena kesibukanmu dengan segala urusanmu? Urusan yang katamu
manusiawi itu.
Tuhanmu?
Yang segala larangannya kamu lakukan tanpa merasa berdosa.
Tuhanmu?
Yang tidak pernah kau bersimpuh memohon ampunan-Nya.
Hei,
kamu!
Ya, kamu!
Kapan kau
sadar bahwa kau tidak bisa lari dari takdir?
-Keke
0 saran dan kritik:
Posting Komentar