Takdir Manusia

Jumat, 08 Agustus 2014

Hei, kamu!
Ya, kamu!
Kau mau lari kemana lagi?
Kau mau lari dengan apa lagi?
Lari dengan uangmu?
Lari dengan jabatanmu?
Tidakkah kau paham? Kau sudah tidak bisa lari lagi.

Saudaramu? Peduli apa mereka dengan keadaanmu.
Temanmu? Huh, tidak jauh berbeda dengan saudaramu yang berbagi darah denganmu.
Cukup dengan ucapan belasungkawa, kehidupan mereka dengan segera kembali normal.

Kau pikir siapa lagi yang akan berbelas kasihan?
Kau ingin memohon belas kasihan kepada siapa?

Jangan pernah kau anggap orangtuamu bisa menolongmu.

Tuhanmu? Yang tidak pernah sekalipun terlintas hadir di duniamu?
Tuhanmu? Yang dilupakan karena kesibukanmu dengan segala urusanmu? Urusan yang katamu manusiawi itu.
Tuhanmu? Yang segala larangannya kamu lakukan tanpa merasa berdosa.
Tuhanmu? Yang tidak pernah kau bersimpuh memohon ampunan-Nya.

Hei, kamu!
Ya, kamu!

Kapan kau sadar bahwa kau tidak bisa lari dari takdir?

-Keke

0 saran dan kritik:

Posting Komentar