Indonesia krisis pemimpin

Jumat, 14 Maret 2014

Baru saja salah satu partai yang maju pemilu 2014 mendeklarasi Capres yang diusung mereka. Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, yang masih dalam masa kerja sebagai gubernur akhirnya diusung partai menjadi capres.
Saya menonton deklarasi melalui televisi berdua dengan ayah, selanjutnya percakapan aneh terjadi.
(perlu dimaklumi dan digarisbawahi,boleh pun dianggap saya awam tentang dunia per-politik-an)

Saya : PDIP kayaknya salah langkah deh kalo mencalonkan Jokowi di pemilu sekarang

Ayah : salah kenapa..?

Saya : Ya gak pas aja, kesannya terburu-buru kalo Jokowi dicalonin jadi Capres.

Ayah : Ya gimana lagi animo masyarakat juga kan maunya Jokowi jadi presiden, partai juga mikir-mikir lah untung ruginya.

Saya : Nah itu, kesannya partai kemaruk banget mau menang. Biarkanlah Jokowi fokus di Jakarta, setidaknya biar lawan politiknya gak banyak usil dan mengakui kinerja beliau.

Ayah : Coba deh Keke maunya siapa yang dicalonin, coba kasih nama yang emang kompeten jadi presiden. Mau yang klemar-klemer lagi? Mau yang sadis? Mau yang cuma janji? Mau yang hasratnya bikin dinasti aja?

Saya : ..... hening. (Mikir, cuma ngomong dalam hati, Ah iyaa, gak ada yang berjiwa pemimpin, gak ada lagi yang bisa kami jadikan panutan sebagai Bapak/Ibu Bangsa) we're screwed.

-keke

0 saran dan kritik:

Posting Komentar